Janji Rektor UIN Bandung: Mahasiswa Yatim Piatu dan Hafal 30 Juz Bebas Uang Kuliah

0
65

CIBIRU (AMIFANEWS.COM)-Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Mahmud, MSi. menetapkan wisudawan peraih pujian kelulusan dengan IPK tertinggi sebanyak 40 lulusan. Daftar mahasiswa inspiratif itu dibacakan Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Dr H Rosihon Anwar MAg dalam upacara wisuda ke-80 secara virtual di Bandung, Sabtu 19 Desember 2020.
Dua lulusan tertinggi, Elis Siti Sondari SPd Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) meraih IPK 3,95; Wida Ramdania SPd ME pada Program Studi S2 Ekonomi Syariah (Eksy) meraih IPK 3,95.

Bersama orangtuanya, Elis dan Wida dipanggil ke panggung untuk mendapatkan penghargaan dari Rektor Prof Dr H Mamud MSi sebagai mahasiswa insiratif yang berkah mendapatkan beasiswa melanjutkan kuliah S2 dan S3 di Pascasarjana UIN SGD Bandung.

Meski berada dalam keterbatasan ekonomi, tetapi perempuan ini tidak menurunkan semangat meraih prestasi. Bagi Rektor segala prestasi dan keberhasilan yang diraih Elis dan Wida, tidak bisa dilepaskan dari kesederhanaan, kecerdasan intelektual, spiritual, kesabaran, ikhtiar, usaha, doa orangtua dan tawakal kepada Allah swt.

Rektor berpesan, “Melalui kesempatan ini saya meminta kepada Warek III dan Wadek III kedepan untuk mencoba menelusuri kondisi mahasiswa-mahasiswi kita, kalau ada kondisi ekonomi seperti yang kita saksikan tadi. Nampaknya Warek III, Wadek III patut menyampaikan kepada Rektor untuk kita pertimbangkan terkait biaya SPPnya,” papar rektor terbuka di depan publik karena wisuda ini pun disiarkan secara langsung di kanal youtube.

“Saya melihat penghasilan orangtuanya seperti demikian, dikumpulkan untuk membayar SPP. Padahal kita punya kebijakan UKT yang disesuaikan dengan keadaan ekonomi keluarganya. Karenanya saya titip kepada Warek III dan Wadek III untuk menelisik, menelusuri kondisi mahasiswa-mahasiswi kita agar jangan sampai yang ekonominya lemah terbebani biaya akibat ketidaktahuan kita,” ucap Rektor.

Kedepannya, peraih IPK tertinggi, tahfidz Al-Quran 30 juz diharapkan dapat melanjutkan ke jenjang S2 dan S3 dengan bantuan beasiswa. “Kita akan membiasakan setiap ada mahasiswa yang tertinggi IPK-nya baik S1 maupun S2 di setiap wisuda, diberikan bebas SPP, kalau melanjutkan studi ke Program S2 maupun ke S3,” tutur Rektor.

Selain itu, calon mahasiswa yang berasal dari keluarga yatim piatu untuk tahun 2021 bisa kuliah di lingkungan UIN SGD Bandung melalui bantuan beasiswa. Rektor mengaku sudah memimpin pertemuan dengan sejawatnya berkomitmen mulai tahun ajaran mendatang mahasiswa-mahasiswi yang masuk ke kampus dalam kondisi yatim piatu harus bebas biaya kuliah (UKT).

“Ini saya mohon betul-betul dicatat, kita ingin anak-anak yatim piatu memiliki peluang studi di kampus yang kita cintai ini. Karena kita berharap mutiara-mutiara terpendam yang ada di sekitar kita harus muncul untuk menjadi pionir-pionir negeri ini,” papar rektor Mahmud.

Rektor menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan marwah kampus. “Bukan cuma yatim piatu yang kita beri beasiswa, penghafal Al-Quran 30 juz yang selesai S1 lanjut untuk S2, maka kita pun beri beasiswa untuk studi lanjutan di S2 atau S3. Ini komitmen-komitmen kita yang harus kita jaga,” tandasnya. (Ahmad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here