Writingthon Sumedang: Paradise in West Java

0
136

Sumedang (AMIFANEWS.COM)-

Siapa yang tak kenal dengan Sumedang? Daerah yang dikenal dengan tahu dan ubi cilembu sebagai makanan khasnya ini merupakan salah satu daerah yang sering dilewati para pengendara dari berbagai daerah, mengingat Sumedang merupakan salah satu jalur alternatif. Sayangnya, tak dapat dipungkiri bahwa pengunjung yang “sengaja” dating ke Sumedang terbilang cukup minim, tak banyak hal “menarik” yang melekat erat di benak masyarakat ketika berbicara mengenai Sumedang. Ini merupakan tantangan besar yang mau tidak mau harus dijawab oleh pemerintah Kabupaten Sumedang.
Isu kurangnya anggaran dan banyaknya pekerjaan pemerintah daerah tidak lantas menjadi penghalang untuk melakukan pembangunan dan mempromosikan potensi daerah agar semakin diminati. Mengacu pada hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama PHRI Sumedang berkolaborasi dengan Bitread Publishing berupaya mempromosikan pesona dan potensi Sumedang, khusunya terkait wisata dan ekonomi kreatif melalui ajang Writingthon Sumedang.
“Jika bukan kita yang memulai untuk memajukan Sumedang, maka siapa lagi? Mengingat saat ini banyak generasi muda hebat asal Sumedang yang justru meninggalkan Sumedang untuk memajukan daerah lainnya,” jelas Hari Tri Santosa, Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumedang.
Kegiatan ini disambut baik oleh Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang. Menurut Dony, selain sebagai pendukung sektor pariwisata, sektor ekonomi kreatif merupakan penggerak utama pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Kabupaten Sumedang. Wisata dan ekonomi kreatif menjadi dua aspek di antara beragam aspek yang menjadi keunggulan Sumedang. Banyak cerita menarik dan inspiratif yang perlu diangkat untuk menambah kecintaan masyarakat terhadap Sumedang dan mempekenalkan kekayaan potensi yang dimiliki Sumedang. “Writingthon akan menjadi program yang dapat merealisasikan harapan-harapan itu,” jelas Dony.
Writingthon, kependekan dari writing marathon, adalah sebuah program yang didesain khusus oleh Bitread Publishing. Bentuknya berupa kompetisi menulis yang disertai dengan karantina untuk menghasilkan sebuah buku terkait tema yang diangkat. Metode ini telah diterapkan dan berhasil melahirkan ratusan penulis dari berbagai bidang, latar belakang, dan profesi. Pada Writingthon Sumedang, akan dipilih 5 orang pemenang untuk menjalani karantina di Sumedang selama tiga hari dua malam. Mereka akan diminta untuk menjalankan tantangan penulisan yang diberikan.
Writingthon merupakan salah satu ajang nasional dalam bidang kepenulisan yang paling ditunggu-tunggu. Gelaran ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017 dan setiap tahunnya diadakan hamper dua kali dalam setahun. Pada tahun ini, seperti juga kegiatan lainnya, nyaris batal dilaksanakan. Setelah lebih dari 6 bulan ke belakang masyarakat dihadapkan pada isu Covid-19, kemunculan Writingthon Sumedang seolah menjadi angin segar.
Kegiatan ini harus mampu menjadi sarana bagi warga Sumedang untuk berkontribusi membangun daerahnya dalam sebuah kolaborasi besar. Bagi masyarakat Indonesia secara umum, program ini dapat menjadi upaya untuk menggambarkan pesona dan potensi wilayah di Indonesia sehingga tercipta kebanggan.
Kompetisi ini telah dimulai pada tanggal 23 November 2020 dan akan berakhir pada tanggal 12 Desember 2020, terbilang cukup singkat disbanding kompetisi Writingtjon sebelumnya. Para peserta dapat mendaftarkan diri dan mensubmit tulisan melalui tautan bit.ly/WritingthonSumedang. Luaran dari program ini berupa buku dan konten-konten yang akan dirilis di berbagai media. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apa pun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here