Inilah Kicimpring asal Desa Pakutandang Ciparay Tembus Jepang

0
76

CIPARAY, (AMIFANEW.COM).-
Produk lokal makanan khas tradisional, yakni kicimpring yang dihasilkan para pengrajin di Kampung Kadaleuman RW 21 Desa Pakutandang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Jawa Barat pemasarannya tembus sampai ke Jepang. Calon Bupati Bandung Hj. Kurnia Agustina Naser turut mengapresiasi kerja keras para pengajin tersebut.
Pengrajin dan pelaku UMKM produk kicimpring, Aep Rustandi mengaku sudah 20 tahun lamanya, ia menekuni produksi kicimpring.


Aep mengatakan, untuk bahan baku kicimpring stok aman. Namun, yang menjadi kendala adalah pembelian bahan bakunya tersebut terkendala permodalan. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat membantu dalam pendanaan untuk memenuhi permintaan pasar.
“Untuk bahan baku sendiri stok aman, modal kurang nyaman. Untuk kebutuhan pemenuhan kebutuhan bahan baku berasal dari dua desa yakni Desa Pakutandang dan Mekar Laksana Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung,” jelas Aep kepada wartawan di lokasi. Senin (12/10/2020).


Menurutnya, pembuatan kicimpring ini merupakan turun temurun dari keluarga yang sudah dilakoni selama puluhan tahun. “Usaha ini merupakan andalan ekonomi keluarga,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Cabup Bandung No urut 1 Hj. Kurnia Agustina Naser mengapresiasi produk lokal buatan UMKM Kadaleuman Desa Pakutandang Kecamatan Ciparay, yakni kicimpring.


Perihal pendanaan yang diinginkan oleh para pelaku UMKM, pihaknya untuk UMKM produk lokal seperti kicimpring ini akan dibantu pendanaannya, serta dibantu juga pengembangannya. Apa lagi produk lokal ini pemasarannya sampai keluar negeri.
“Saya salut atas perjuangan Aep dan warga lainnya, dimana pemasaran produknya sampai tembus keluar negeri. Ini patut kita contoh dan ditiru untuk pengembangan ekonomi kerakyatan,” ucapnya.
Teh Nia sapaan akrabnya, mengatakan mengingat usaha kecil dan menengah ini dapat menunjang ekonomi masyarakat. Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan rakyat. Usaha ini bisa dikembangkan oleh warga lainnya.
“Karena sudah terbukti kicimpring asal Ciparay sudah tembus sampai manca negara yakni Jepang dalam pemasarannya,” jelasnya.


Pihaknya berharap para pelaku UMKM ini dapat mempertahankan dan mengembangkan usaha berkelanjutan tersebut.
“Ditengah masa Pandemi Covid-19, para pelaku UMKM diharapkan mempertahankan usahanya. Karena kebutuhan pangan yang diburu masyarakat di saat pandemi,” katanya.


Pantauan di lapangan, Hj. Kurnia Agustina Naser, selain bersilaturahmi dengan warga Kadaleuman Desa Pakutandang, ia juga melihat langsung cara pembuatan kicimpring dari mulai proses bahan baku singkong hingga menjadi barang jadi dan siap dipasarkan.
Untuk menemui para pelaku UMKM, Teh Nia blusukan dengan menyusuri gang sempit di kawasan pegunungan Kadaleuman Desa Pakutandang.


Mengingat akses jalan yn sempit, Teh Nia pun mengendarai sepeda motor untuk mendengar aspirasi masyarakat pinggiran terkait dengan ekonomi kerakyatan.
Dalam kesempatan itu juga, Teh Nia meminta doa kepada masyarakat untuk kesuksesannya maju di Pilkada Bandung 9 Desember 2020. (Saiful Rahman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here