20 Warga Dipersiapkan Menjadi Wirausaha Muda Di Tengah Pandemi Covid-19

0
159

BALEENDAH (AMIFANEWS.COM) – Di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang belum berakhir, sebanyak 20 orang dari kelompok usia 18-30 tahun yang sebelumnya tak memiliki pekerjaan alias pengangguran diikutsertakan pada pelaksanaan pendidikan dan pelatihan menjadi calon wirausaha muda di bidang budidaya ayam petelur, Sabtu (10/10/2020).

Bisnis sembako, salah satunya telur yang dibutuhkan masyarakat disaat pandemi ini.
Para pemuda asal Kabupaten Bandung itu diarahkan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan pada program pendidikan keterampilan wirausaha (PKW) yang digulirkan pemerintah melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Melalui program keterampilan wirausaha ini, mereka diikutsertakan pada program pelatihan budidaya ayam petelur selama tiga bulan kedepan, setelah pelaksanaan pembukaan PKW itu dilaksanakan di lingkungan Yayasan Citra Lestari Nusantara di Kampung Cimentrik Desa Baros Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Kamis (10/10/2020) lalu. Yayasan ini adalah penerima bantuan sekaligus penyelenggara PKW.

Namun untuk pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihannya dilangsungkan di kelompok Pandu Tani (PaTani) Integrated Farming Education di Kampung Cilintung RT 01/RW 14 Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah, yang saat ini sedang berlangsung.

Ketua Pelaksana PKW sekaligus Ketua PaTani Saeful Bachri didampingi Ketua Yayasan Citra Lestari Nusantara Lilis Maryati, S.Pd., mengatakan, pelaksanaan PKW ini bersumber dari bantuan pemerintah melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Yaitu berupa bantuan pemerintah pada Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK), Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), dan Program Penyelenggaraan Uji Kompetensi.
“Program PKW adalah layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha,” kata Saeful Bachri kepada wartawan di sela-sela pelatihan dan pendidikan PKW di Jelekong, hari Sabtu.

Saeful Bachri mengatakan, kegiatan pelatihan PKW ini dengan pelaksanaan terdiri dari 100 jam pelatihan, teori dan praktek.”Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 bulan dengan komposisi 1 bulan pelatihan dan 2 bulan praktek pendampingan usaha. Setiap peserta nantinya mendapatkan bantuan modal usaha untuk budidaya ayam petelur,” ungkapnya.

Saeful mengatakan, para pemuda yang sebelumnya tak memiliki pekerjaan itu dilatih untuk menjadi wirausaha muda dalam budidaya ayam petelur dengan sasaran meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi. “Mereka dilatih untuk menjadi wirausaha muda. Kita berikan ilmu dan materi dasar untuk pelaksanaan budidaya ayam petelur. Kemudian materi dasar tentang kebutuhan pakan ayam petelur,” kata Saeful.

Setelah mengikuti pelatihan, imbuh Saeful, mereka difasilitasi untuk mendapatkan permodalan dalam pengadaan kandang ayam berikut ayam petelurnya. Mereka juga tetap mendapat pendampingan atau pembinaan selama melaksanakan ujicoba budidaya ayam petelur.
“Soalnya, mereka yang ikut serta dalam pelatihan ini sama sekali belum memiliki pengalaman dalam budidaya ayam petelur. Makanya, kita latih menjadi wirausaha muda. Sebelumnya, mereka pun menganggur dan tak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan sekolahnya sampai SMP atau SLTA,” katanya.

Untuk pengembangan usaha budidaya ayam petelur itu, kata Saeful, pihaknya siap membantu memfasilitasi para calon wirausaha muda itu untuk mendapatkan akses bantuan modal usaha, baik melalui koperasi maupun perbankan.
“Ini dalam upaya menciptakan wirausaha muda di tengah pandemi Covid-19. Di tengah kondisi pandemi ini, usaha sembako yang mampu bertahan. Telur ini salah satu sembako yang dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Ia mengatakan, kenapa pelatihan ini lebih pada budidaya ayam petelur, mengingat aktivitas ayam selama 25 jam bisa bertelur. “Jadi pada hari itu juga mereka bisa punya uang. Semakin banyak ayam bertelur akan semakin menguntungkan bagi para wirausaha muda tersebut,” katanya. (Saiful Rahman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here