Dana CSR Perusahaan untuk Pengembangan Usaha Produktif

0
385

MAJALAYA, (AMIFANEWS.COM).-
Kepala Desa Sukamaju Acep Handana berharap kepada para pengelola perusahaan pabrik tekstil di Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Jawa Barat ada tanggung jawab sosial lingkungan dan perhatian kepada masyarakat di desa. Tanggungjawab sosial kepada masyarakat itu, diatur berdasarkan Undang-Undang No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan Peraturan Pemerintah No 47 tahun 2012 tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan.
“Itu dasar hukumnya,” kata Acep kepada wartawan di ruang kerjanya di Desa Sukamaju, Senin (28/9) siang.

Kepala Desa Sukamaju menilai, di Desa Sukamaju tercatat sekitar 25 pabrik tekstil, 7 di antaranya adalah PT dan sisanya CV. Ia memperhatikan setelah sembilan bulan menjabat sebagai orang nomor satu di Desa Sukamaju, dana CSR (corporate social responsibility) diduga tidak dialokasikan dan tak tercatat sebagai laporan administrasi ke pemerintahan setempat sebagaimana kewajiban sosial yang harus dilaksanakan oleh pihak perusahaan kepada masyarakat.

Terkait pengelolaan dana CSR, katanya, Pemerintah Desa Sukamaju akan segera mengeluarkan surat edaran ke perusahaan-perusahaan tersebut.
“Pengelolaan dana CSR dari masing-masing perusahaan yang ada di Desa Sukamaju itu sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan terhadap lingkungan desa,” ungkapnya.

Berdasarkan pada aturan (Peraturan Daerah), imbuh Acep, dana CSR itu mengambil dari profit tahunan perusahaan sebesar 2,5-3 persen. “Itu diambil dari keuntungan bersih perusahaan per tahun,” katanya.
Melihat dari perkembangan di lapangan, ia memperhatikan kurang mendapatkan kepedulian dari perusahaan dalam penyaluran dana CSR. Memang dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, beberapa pabrik ada yang memberikan bantuan sembako kepada masyarakat. “Itu kegiatan rutin yang sudah berjalan,” ucapnya.

Yang diharapkan pemerintah desa saat ini, kata Acep, dana CSR dialokasikan dalam bentuk usaha produktif untuk menopang kebutuhan ekonomi sehari-hari warga di sekitar perusahaan.
“Dilihat dari sisi bantuan seperti sembako, tidak akan menopang kebutuhan ekonomi masyarakat dengan jangka waktu yang lama. Meski yang namanya, kebutuhan sehari-hari tidak bisa ditinggalkan. Tetapi setidaknya dengan adanya bantuan pengembangan ekonomi masyarakat yang bersumber dari dana CSR, bisa menopang kebutuhan ekonomi masyarakat yang cukup panjang,” tutur Acep.

Harapan itu ia ungkapkan berdasarkan aspirasi dari masyarakat saat bertemu langsung di lapangan. Ada juga di antara warga yang menyampaikan aspirasinya melalui media sosial.
“Insya Allah di awal bulan Oktober 2020 mendatang, surat edaran ke perusahaan sudah diterbitkan,” ujarnya.
Mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, Acep mengutarakan, dalam penyaluran dana CSR itu tak menekan disesuaikan dengan presentasi dari keuntungan perusahaan yang didapat selama setahun tadi.
“Melainkan dalam penganggarannya itu bisa dengan cara swadaya yang dikeluarkan dari puluhan perusahaan tersebut untuk pengembangan ekonomi masyarakat,” katanya.


Acep juga sangat memahami di tengah pandemi Covid-19 ini, para karyawan pabrik belum stabil dalam melaksanakan kerjanya. Selain banyak karyawan pabrik yang diliburkan, juga ada yang bekerja tiga sampai empat hari kerja dalam seminggu, dan sisanya tak bekerja.
“Saat ini, di Desa Sukamaju, warga yang tadinya kerja menjadi tak kerja akibat pandemi Covid-19 itu. Melihat kondisi ekonomi yang dialami warga tersebut, saya sebagai Kepala Desa turut tergugah untuk memperhatikan aspirasi mereka, khususnya dalam sektor ekonomi,” tuturnya.
Untuk itu, Acep berharap kepada pihak perusahaan yang ada di wilayah kerjanya, khususnya yang masih berjalan ikut andil untuk membantu masyarakat, khususnya yang kehilangan pendapatan secara ekonomi.
“Minimal membantu warga yang menganggur bertahun-tahun dan warga lain yang berhenti dari tempat kerjanya. Setidaknya ada pasokan berupa modal usaha atau barang-barang yang mudah diperjualbelikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (Saiful Rahman*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here