Disaat Pandemi Covid-19, Petani/Pengusaha Kopi Masih Bisa Memasarkan Kopi ke Luar Kota

0
335

IBUN (Amifa News)-Di tengah pandemi Covid-19, para pelaku usaha dan menengah di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung masih bisa mempertahankan usahanya untuk kelangsungan ekonomi sehari-hari. Bahkan para petani atau pengusaha kopi di Kecamatan Ibun bisa memasarkan kopi hasil pertanian kopi di kecamatan tersebut hingga ke Yogyakarta.
“Sampai hari ini, para petani atau pengusaha kopi di Kecamatan Ibun masih bisa memasarkan kopi ke luar kota, di antaranya ke Yogyakarta disaat pandemi Covid-19,” kata Camat Ibun Adjat Sudradjat kepada wartawan di ruang kerjanya di Kecamatan Ibun, Jumat (25/9/2020).
Menurutnya, untuk saat ini para petani atau pengusaha kopi di Kecamatan Ibun masih diuntungkan secara ekonomi. Salah satunya dialami petani kopi asal Kamojang Kecamatan Ibun bisa memasarkan kopi sebanyak 2 kwintal per Minggu.
“Dalam satu bulan itu bisa memasarkan kopi ke Yogyakarta antara tiga sampai empat kali kirim. Kopi yang dipasarkan ke Yogyakarta itu merupakan asli kopi kamojang arabika yang disebut akar. Selain kopi akar, di Kecamatan Ibun juga ada kopi wanoja yang produksinya sudah sangat menjanjikan dan menguntungkan secara ekonomi,” tutur Adjat.
Adjat mengatakan, pertanian atau produksi kopi di Kecamatan Ibun itu menjadi salah satu unggulan sumber ekonomi masyarakat sekitar.
“Dari hasil pertanian kopi itu, secara ekonomi bisa menghasilkan yang cukup mumpuni. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah petani yang membeli aset tanah atau barang lainnya dari hasil pertanian atau pengolahan kopi,” katanya.
Ia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini, produksi kopi di Kecamatan Ibun sangat mumpuni sehingga banyak di antara warga yang bertani kopi.
“Saat ini, kopi menjadi minuman favorite bagi para penikmat kopi di Indonesia, bahkan kopi asal Kabupaten Bandung ada yang diekspor ke luar negeri karena keunggulan dari kualitas kopi yang dihasilkan di dalam negeri tersebut,” tuturnya.
Selain kopi, imbuh Adjat, di Kecamatan Ibun, memiliki keunggulan ekonomi masyarakat dalam mengembangkan usaha borondong. Makanan tradisional itu yang diproduksi warga setempat di Kampung Sangkan Desa Laksana Kecamatan Ibun secara turun temurun.
“Saat ini, usaha borondong di Kecamatan Ibun masih bertahan, bahkan masih diburu oleh para konsumennya yang menggemari makanan tradisional tersebut,” ucapnya.
Camat Ibun juga mengamati aktivitas warga yang mempertahankan usaha pembuatan lap piring. Usaha tersebut masih dipertahankan warga karena merupakan sumber ekonomi yang menguntungkan.
“Sejumlah usaha yang digeluti warga itu, untuk saat ini mereka bisa mempertahankan usaha walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19,” katanya.
Dia melihat, ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Kecamatan Ibun masih terlihat stabil. “Kita terus mendorong para pelaku usaha untuk mempertahankan usahanya. Dengan harapan, disaat pandemi Covid-19 ini tak terpengaruh dalam pengembangan usahanya,” katanya.(Saiful Rahman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here