Di Kecamatan Paseh Banyak Potensi Ekonomi yang Dikembangkan Warga

0
367

PASEH (Amifa News)-Camat Paseh Heri Mulyadi menyatakan, banyak potensi ekonomi di Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung Jawa Barat yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat. Mulai dari potensi sumber ekonomi pada sektor perkebunan, sayuran, maupun lahan pertanian padi yang tersebar di 12 desa di kecamatan tersebut.
“Di Kecamatan Paseh juga banyak pelaku usaha yang melakukan inovasi dalam upaya daur ulang plastik, untuk pengembangan sehari-hari,” kata Heri di halaman Kantor Kecamatan Paseh, Rabu 16 September 2020.


Ia pun menyebutkan, Kecamatan Paseh masih banyak pelaku usaha lainnya, seperti pengrajin tali plastik rafia, celengan, selain pengrajin makanan ranginang, kiripuk pisang dengan memanfaatkan potensi hasil produksi perkebunan.


“Termasuk para pengrajin makanan yang terbuat dari bahan baku singkong. Selain pengrajin wajit, dan pengrajin makanan yang terbuat dari bahan baku ikan lele, patin untuk produksi abon,” katanya.

Camat Paseh pun menuturkan, di wilayahnya paling diunggulkan produksi kopi dan tembakau. Produksi kopi sesuatu yang sangat menjanjikan seiring dengan banyaknya pelaku usaha yang bergerak dalam peng

gan usaha cafe yang menyajikan minuman kopi.
“Bahkan pertanian tembakau di Kecamatan Paseh sudah berlangsung puluhan tahun, bahkan menjadi salah satu produk unggulan pertanian bagi warga setempat. Pemasarannya pun langsung ke kawasan pabrik rokok di Jawa,” katanya.


Lebih lanjut Heri menuturkan, di Kecamatan Paseh, sejumlah warganya mengembangkan usaha konveksi dengan memanfaatkan bahan baku kapas. Di antaranya membuat korek kuping, selain kapas kecantikan untuk dipasarkan di berbagai kawasan bisnis. “Kecamatan Paseh juga memiliki potensi kawasan alam, dengan ketersediaan sumber mata air yang menjadi obyek wisata alam,” katanya.


Di antaranya sumber mata air Cempaka Desa Drawati dan sumber mata air Cikahuripan Desa Loa, yang saat ini banyak dikunjungi masyarakat sebagai pusat wisata religi.
“Dengan adanya sumber mata air tersebut, masyarakat pun berinovasi dengan membuat berbagai jenis wisata air, seperti di Desa Karang Tunggal dan Desa Sindangsari,” katanya.
Kecamatan Paseh dengan jarak tempuh sekitar 40 km dari pusat pemerintahan di Kabupaten Bandung, yaitu Pemkab Bandung dengan jumlah penduduk sebanyak 138.451 jiwa (70.783 laki-laki dan 67.417 perempuan). Mereka mayoritas buruh tani dan bekerja di pabrik. Pendidikan terendah rata-rata SMP, selain sebagian kecil lulusan perguruan tinggi.
Heri juga mengamati perkembangan pembangunan fisik di Kabupaten Bandung mengalami peningkatan dari sebelumnya. Terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan, baik jalan desa maupun jalan kabupaten.
“Pembangunan jalan sudah mencapai 90 persen, dan sebagian besar jalan sudah dibeton sampai ke penjuru desa,” tuturnya.
Menurutnya, dengan adanya peningkatan pembangunan infrastruktur jalan itu, di antaranya untuk menunjang perekonomian dan pendidikan masyarakat. Bahkan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Adanya peningkatan pembangunan infrastruktur di desa-desa itu, setelah pemerintah menggelontorkan anggaran. Di antaranya anggaran dana desa yang bersumber dari pemerintah pusat, selain APBD dari provinsi dan kabupaten. Setiap desa itu mencapai miliaran rupiah anggaran yang dikucurkan dalam setiap tahunnya,” katanya.
Dikatakannya, status ekonomi masyarakat pun sudah lebih baik karena mendapat dukungan dalam berbagai program. Namun saat ini akibat dampak pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat mulai terkendala.
“Kita dari Muspika Paseh pun terus bekerja untuk melakukan penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Di antaranya melaksanakan kegiatan sosial membagikan masker,” katanya.
Pihaknya pun selalu memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Selain memakai masker, jaga jarak dan membiasakan diri cuci tangan.
“Upaya itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” katanya.
Ia pun mengatakan, sejumlah pihak di Kecamatan Paseh sudah melaksanakan rapid tes. “Sudah lebih dari 1.000 orang yang melaksanakan rapid test. Mulai dari aparatur kecamatan, desa hingga masyarakat umum lainnya. Termasuk petugas PPS, PPK sudah melaksanakan rapid test,” pungkasnya.(Saiful Rahman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here